Senin, 15 Mei 2017

Pembelajaran Menulis Puisi



Pembelajaran Menulis Puisi
Pengantar
Pernahkan anda tidak bisa melupakan suatu peristiwa, peristiwa yang berkesan baik atau berkesan menyeramkan. Peristiwa yang tersimpan seperti itu bisa diceritakan kembali dalam bentuk percakapan atau berupa tulisan. Mungkin ada yang rajin untuk menuliskan dalam buku harian yang sewaktu-waktu bisa dibaca sendiri oleh penulisnya atau dibaca oleh orang lain jika tulisan itu bukan hal yang rahasia atau bersifat pribadi.
Untuk  berlatih menulis  puisi dalam pembelajaran ini, kalian ditugasi untuk mengutip sebuah lagu. Lagu apa saya, lagu nasional, lagu daerah, atau lagu pop yang sedang digemari. Cermati teks lagu itu, dan kalian bisa menebak isi atau maksud lagu itu. Kita sebagai menikmat lagu bisa menebak atau menafsirkan mangapa lagu itu ditulis, dari irama  lagu itu pun kita bisa merasakan suasana hati, apakah lagu itu  bersuasana menyedihkan, bersemangat menggelora, atau lagu pujaan.
Langkah 1
Cobalah anda cermati teks lagu berikut! (Sengaja dituliskan mendatar) halo halo Bandung, ibukota Periyangan (parahyangan) , sudah lama beta, tidak berjumpa dengan kau, sekarang telah menjadi lautan api, mari bung rebut kembali.
Puisi itu ungkapan kembali sebuah peristiwa dengan penulisan yang bebas, biasanya memainkan  bunyi dan pilihan kata (diksi) yang kaya makna.
Peristiwa yang mengendap, lalu diolah rasa hingga ketika diungkapkan dengan pilihan kata tertentu menimbulkan cita rasa yang berbeda dengan bahasa biasa. Ada kesan  tertentu, rasa terharu, rasa marah, rasa pesona yang tiap pribadi berbeda dalam menanggapinya, tetapi  akan memiliki tema yang sama.
Langkah 2
Cobalah, mengapa lagu ‘Bandung Lautan Api’ tercipta?  Carilah informasi peristiwa itu dari sejarah perjuangan Republik Indonesia!
Langkah 3
Sekarang cermati lagu yang dinyanyikan oleh kelompok musik Bimbo yang berdomisili di Bandung tahun 70-an berjudul “Tuhan”.  Teks lagu itu sebenarnya puisi  yang ditulis oleh penyair Taufik Ismail. Apa maksud puisi itu? misalnya diksi/pilihan kata “hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa berpadu, apa maksudnya? Atau ungkapan “aku jauh, engkau jauh, aku dekat engkau dekat” siapakah yang dimaksud dengan “engkau” di sini? Nilai rasa apa yang diperoleh setelah mencermati teks puisi atau lagu itu?
Langkah 4
Berikutnya, petiklah  teks lagu yang kalian peroleh – tugas beberapa hari lalu- kemudian jelaskan pilihan kata dan maksud lagu itu menurut pendapatmu!
Selamat melaksanakan tugas tugas tersebut!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar