Senin, 25 November 2024

Amal kebaikan yang dilakukan orang lain yang bermanfaat bagi mayit

 

Amal Orang Hidup Yang Masih Bermanfaat Bagi Orang Wafat 


(Diambil dari kitab _Fiqhus Sunnah,_ Jilid. 1, hal. 568-570. Darul Kitab Al 'Arabi)


Syaikh Sayyid Sabiq _Rahimahullah_ menjelaskan:


أما ما ينتفع به من أعمال البر الصادرة عن غيره فبيانها فيما يلي:


_Ada pun amal kebaikan yang dilakukan orang lain yang bermanfaat bagi mayit adalah sebagai berikut:_


 - الدعاء والاستغفار له، وهذا مجمع عليه لقول الله تعالى: (والذين جاؤا من بعدهم يقولون: ربنا اغفر لنا ولاخواننا الذين سبقونا بالايمان، ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا، ربنا إنك رؤوف رحيم) ، وتقدم قول الرسول صلى الله عليه وسلم: " إذا صليتم على الميت فأخلصوا له الدعاء " وحفظ من دعاء رسول الله صلى الله عليه وسلم: " اللهم اغفر لحينا وميتنا " ولا زال السلف والخلف يدعون للاموات ويسألون لهم الرحمة والغفران دون إنكار من أحد.


1. Berdoa dan istighfar untuknya


Ini telah menjadi  ijma' (konsensus), berdasarkan firman Allah Ta'ala:


_"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”_ (QS. Al Hasyr: 10) 


Dan sabda Rasulullah ﷺ: 


_"Jika kalian menyalatkan mayit maka khususkanlah doa baginya."_


Dan doa yang Rasulullah ﷺ senantiasa jaga: _"Ya Allah ampunilah orang yang masih hidup di antara kami dan yang sudah wafat di antara kami."_


_Kaum salaf dan khalaf terus menerus mendoakan orang yang sudah wafat, memohonkan rahmat dan ampunan, dan tidak ada satu pun manusia yang mengingkari._


2 - الصدقة: وقد حكى النووي الاجماع على أنها تقع عن الميت ويصله ثوابها سواء كانت من ولد أو غيره، لما رواه أحمد ومسلم وغيرهما عن أبي هريرة: أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم: إن أبي مات وترك مالا ولم يوص، فهل يكفر عنه أن أتصدق عنه؟ قال: " نعم ".

وعن الحسن عن سعد بن عبادة أن امه ماتت.

فقال: يارسول الله: إن أمي ماتت، أفأتصدق عنها؟ قال: " نعم ".

قلت: فأي الصدقة أفضل؟ قال: " سقي الماء " قال الحسن: فتلك سقاية آل سعد بالمدينة.

رواه أحمد والنسائي وغيرهما.

ولا يشرع إخراجها عند المقابر، ويكره إخراجها مع الجنازة.


2. Sedekah


_Imam An Nawawi Rahimahullah telah menceritakan adanya ijma', bahwa sedekah itu boleh atas mayit, dan sampai pahalanya, baik dari anaknya atau orang lain._


_Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ahmad, Muslim, dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki bertanya:_


_"Sesungguhnya ayah saya telah wafat, dia meninggalkan harta tapi tidak ada wasiat. Apakah dosa-dosanya bisa terhapus jika saya  bersedekah hartanya itu atas namanya?"_


Rasulullah ﷺ menjawab: _"Ya."_


Dari Al Hasan, dari Sa'ad bin 'Ubadah, dia menceritakan ibunya telah wafat, katanya:


_"Wahai Rasulullah, ibu saya telah wafat, apakah boleh saya bersedekah atas namanya?"_


Rasulullah ﷺ menjawab: _"Ya."_


Aku (Sa' ad) berkata: _"Sedekah apa yang paling utama?"_ Rasulullah ﷺ menjawab: _"Menuangkan air."_


_Al Hasan berkata: "Maka, keluarga Sa'ad menuangkan air untuk kota Madinah."_ (HR. Ahmad, An Nasa'i, dll)_


_Tidak disyariatkan sedekah di tempat pekuburan, dan dimakruhkan mengeluarkan sedekah saat mengurus jenazah. (karena itu merepotkan keluarganya, pen)._


3 - الصوم: لما رواه البخاري ومسلم عن ابن عباس قال: جاء رجل

إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله إن أمي ماتت وعليها صوم شهر أفأقضيه عنها؟ قال: " لو كان على أمك دين أكنت قاضيه عنها "؟ قال: نعم.

قال: " فدين الله أحق أن يقضى ".


3. Berpuasa


_Berdasarkan hadits Bukhari dan Muslim, dari Ibnu 'Abbas, dua berkata:_


_Datang seorang laki-laki kepada Nabi ﷺ dia berkata:_


_"Wahai Rasulullah, ibu saya sudah wafat dan dia ada kewajiban puasa sebulan, apakah boleh saya qadha untuknya?"_


Rasulullah ﷺ menjawab: _"Apa pendapatmu jika ibumu memiliki hutang apakah wajib membayarnya?"_


Laki-laki itu menjawab: _"Ya."_


Lalu Rasulullah ﷺ menjawab: _"Maka hutang kepada Allah lebih patut untuk ditunaikan."_


4 - الحج: لما رواه البخاري عن ابن عباس: أن امرأة من جهينة جاءت إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقالت: إن أمي نذرت أن تحج فلم تحج حتى ماتت أفأحج عنها؟ قال: " حجي عنها، أرأيت لو كان على أمك دين، أكنت قاضيته؟ اقضوا فالله أحق بالقضاء ".


*4. Haji*


_Berdasarkan hadits Bukhari dari Ibnu Abbas, bahwa ada seorang wanita dari Juhainah datang ke Rasulullah ﷺ, dia berkata:_


_"Ibu saya bernadzar untuk melaksanakan haji, tapi dia belum sempat haji sampai akhirnya wafat, apakah boleh saya haji untuknya? Maka, tunaikanlah sebab hutang kepada Allah lebih berhak untuk ditunaikan."_


_Nabi ﷺ menjawab: "Berhajilah untuknya, apa pendapatmu jika ibumu punya hutang, bukankah kamu akan membayarkannya?"_


5 - الصلاة: لما رواه الدارقطني أن رجلا قال: يارسول الله، إنه كان لي أبوان أبرهما في حال حياتهما فكيف لي ببرهما بعد موتهما؟ فقال صلى الله عليه وسلم: " إن من البر بعد الموت أن تصلي لهما مع صلاتك، وأن تصوم لهما مع صيامك ".


5. Shalat


_Berdasarkan riwayat Ad Daruquthni, bahwa ada seorang laki-laki berkata:_


_"Sesungguhnya saya memiliki dua orang tua yang senantiasa saya berbuat baik kepada mereka berdua di saat hidupnya, maka bagaimana cara saya berbuat baik kepada mereka berdua setelah mereka wafat?"_


Rasulullah ﷺ menjawab: _"Sesungguhnya di antara bentuk berbakti setelah kematiannya adalah kamu shalat untuk mereka berdua  bersama shalatmu sendiri, dan kamu berpuasa untuk mereka berdua bersama puasamu."_


6 - قراءة القرآن: وهذا رأي الجمهور من أهل السنة.

قال النووي: المشهور من مذهب الشافعي: أنه لا يصل.

وذهب أحمد بن حنبل وجماعة من أصحاب الشافعي إلى أنه يصل.

فالاختيار أن يقول القارئ بعد فراغه: اللهم أوصل مثل ثواب ما قرأته إلى فلان.

وفي المغني لابن قدامة: قال أحمد بن حنبل، الميت يصل إليه كل شئ من الخير، للنصوص الواردة فيه، ولان المسلمين يجتمعون في كل مصر ويقرءون ويهدون لموتاهم من غير نكير، فكان إجماعا.


6. Membaca Al Quran


_Ini adalah pendapat mayoritas Ahlus Sunnah. Imam An Nawawi mengatakan: "Yang masyhur dalam madzhab Syafi'i adalah tidak sampai."_


_Ada pun Ahmad bin Hambal, dan segolongan ulama Syafi'iyyah mengatakan sampai. Pendapat yang dipilih adalah hendaknya setelah dia membaca Al Quran hendaknya berdoa: "Ya Allah sampaikanlah pahala membaca Al Quran ini kepada Fulan."_


_Dalam Al Mughni-nya Ibnu Qudamah:_


_"Berkata Ahmad bin Hambal, bagi mayit semua kebaikan (yang dilakukan orang hidup) itu sampai kepadanya, berdasarkan dalil-dalil tentang itu," dan kaum muslimin di setiap negeri telah berkumpul, membaca Al Quran, dan menghadiahkan pahalanya kepada mayit mereka tanpa ada orang yang mengingkarinya, maka ini menjadi Ijma'."_


والقائلون بوصول ثواب القراءة إلى الميت، يشترطون أن لا يأخذ القارئ على قراءته أجرا.


_Orang-orang yang mengatakan sampainya pahala bacaan Al Quran kepada mayit memberikan syarat yaitu TIDAK BOLEH bagi si pembaca mengambil upah atas bacaannya._


فإن أخذ القارئ أجرا على قراءته حرم على المعطي والاخذ ولا ثواب له على قراءته، لما رواه أحمد والطبراني والبيهقي عن عبد الرحمن

ابن شبل: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " اقرءوا القرآن، واعملوا ... ولا تجفوا عنه ولا تغفلوا فيه، ولا تأكلوا به ولا تستكثروا به ".


_Jika si pembacanya mengambil upah dari bacaannya maka itu HARAM atas si pemberi dan penerimanya, dan tidak berpahala baginya atas bacaannya itu. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ahmad, Ath Thabarani, dan Al Baihaqi, dari Abdurrahman bin Syibl: bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda:_


_"Bacalah Al Quran, dan amalkanlah... Janganlah terlalu kaku dan janganlah melalaikannya, dan janganlah mencari makan dengan bacaannya, dan janganlah memperbanyak harta dengannya."_


قال ابن القيم: والعبادات قسمان: مالية وبدنية، وقد نبه الشارع بوصول ثواب الصدقة على وصول سائر العبادات المالية، ونبه بوصول ثواب الصوم على وصول سائر العبادات البدنية، وأخبر بوصول ثواب الحج المركب من المالية والبدنية، فالانواع الثلاثة ثابتة بالنص والاعتبار.


_Imam Ibnul Qayyim mengatakan: Ibadah ada dua macam, ibadah maaliyah (harta) dan ibadah badaniyah (badan)._


_Pembuat syariat telah menjelaskan sampainya pahala sedekah atas semua jenis ibadah harta. Pembuat syariat telah menjelaskan sampainya pahala puasa atas semua jenis ibadah badan._


_Dikabarkan pula sampainya pahala ibadah haji yang merupakan gabungan antara ibadah harta dan badan sekaligus. Jenis yang ketiga ini juga kuat berdasarkan dalil dan perenungan (akal)._


اشتراط النية ولابد من نية الفعل على الميت.

قال ابن عقيل: إذا فعل طاعة من صلاة صيام وقراء ة قرآن وأهداها، بأن جعل ثوابها للميت المسلم، فإنه يصل إليه ذلك وينفعه، بشرط أن تتقدم نية الهدية على الطاعة وتقارنها. ورجح هذا ابن القيم.


_Disyaratkannya niat,  hal yang wajib yaitu adanya niat untuk aktivitas atas nama mayit._


_Imam Ibnu 'Aqil mengatakan:_


_"Jika melakukan ketaatan baik berupa shalat, puasa, membaca Al Quran, dan menghadiahkannya dan menjadikan pahalanya untuk mayit muslim, maka menyampaikan untuknya adalah sesuatu yang mendatangkan manfaat baginya, dengan syarat mendahulukannya dengan niat melakukan ketaatan."_  Pendapat ini dinilai lebih kuat oleh Imam Ibnul Qayyim. 


(Lihat semua dalam Fiqhus Sunnah, 1/568-570)*


Beberapa Catatan:


Untuk aktifitas no. 3, yaitu berpuasa atas nama orang wafat yang saat hidupnya tidak puasa Ramadhan. Apa yang mesti dilakukan oleh ahli warisnya, ada dua pendapat menurut Imam Nawawi yaitu:

- FIDYAH, bukan puasa. Ini pendapat mayoritas ulama, kecuali sebagian Syafi’iyah. Bagi mayoritas ulama berpuasa itu jika si mayit sebelumnya nadzar. 

- PUASA, bukan fidyah. Ini pendapat sebagian Syafi'iyyah, dan inilah yang dianggap lebih Shahih menurut Imam An Nawawi. 

Untuk aktifitas no. 5. Shalat, dan 6. Membaca Al Quran, ini juga diperselisihkan ulama. 

Shalat dgn pahala dihadiahkan buat mayit, adalah sampai pahala tersebut menurut Hanabilah  generasi awal, juga Hanafiyah, sebagian Malikiyah dan Syafi'iyyah. Inilah yang dinilai lebih kuat oleh Imam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Abdullah Al Faqih. 

Ada pun mayoritas Malikiyah dan Syafi'iyyah mengatakan tidak sampai, bahkan seorang ulama Hambali Kontemporer seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baaz mengatakan bid'ah. 

Membaca Al Quran buat mayit, sudah jelas dari Syaikh Sayyid Sabiq bahwa hal itu sampai pahalanya kepada mayit menurut mayoritas ulama. Dan tidak sampai menurut yang masyhur dari Imam Asy Syafi'i. Kalangan mu'tazilah juga mengatakan tidak sampai, seperti yang diceritakan oleh Imam Asy Syaukani. 

 Ada beberapa poin yang belum dibahas oleh Syaikh Sayyid Sabiq, diantaranya: _aqiqah, qurban, dan umrah._ Para ulama pun juga berselisih atas kebolehan tiga hal ini diniatkan untuk orang yang sudah wafat. 


Minggu, 24 November 2024

Berdakwah melalui pendekatan budaya, mungkinkah?

 Dakwahkan Islam di luar negeri dengan pendekatan budaya

H. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I

Begitu indah cara dan model walisongo menyebarkan Islam. Pengajarannya disampaikan dengan santun, tidak serta merta langsung menyalahkan, dan tidak langsung menghilangkan tradisi lama yang sudah turun temurun. Pendidikannya disampaikan secara pelan-pelan tapi pasti. 


Kehadiran Islam di tengah-tengah kehidupan manusia di muka bumi tidak untuk menjadi tandingan dari budaya yang telah berkembang di masyarakat, justru ingin menjadikan nilai-nilai budaya yang merupakan kearifan lokal tersebut sebagai salah satu instrumen dakwah.

Terdapat sebagian umat Islam yang kurang tepat memposisikan keberadaan budaya itu sendiri. Mereka beranggapan bahwa budaya tidak perlu dipertahankan karena tidak berasal dari Al-Quran dan hadis. Padahal tidak selamanya sesuatu secara eksplisit yang tidak berdasar Al-Quran dan hadis adalah tidak benar, sehingga harus ditinggalkan. Akan tetapi Rasulullah SAW. pernah mengingatkan “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu” (HR. Muslim).


Sebagaimana dulu Islam masuk ke Indonesia dengan santun, damai, dan tidak saling menyalahkan. Islam berkembang dengan adaptasi. Penyesuaian budaya namun tetap menjaga etika. tetap menghormati ajaran pendahulunya dan membenarkannya secara perlahan,

Sejarah wali songo patut menjadi referensi berdakwah bagi para dai. Baik di dalam negeri apalagi di luar negeri. Budaya saling menghargai satu sama lain untuk menciptkan toleransi sangat dianjurkan dalam Islam.

Selama tidak berlebihan. Selama ada batasan. Bila berkaitan dengan masalah sosial dan kebangsaan, wajib bertoleransi. Tetapi jika sudah menyentuh ranah aqidah dan ibadah, maka tidak boleh ditoleransi. Ini prinsip.

Sunan kalijaga contohnya. Menerapkan model dakwah dengan pendekatn budaya, yaitu dengan melalui lagu dan wayang. Kita mengenal lagu ilir-ilir, itu ciptaan sunan kalijaga. Wayang dengan tiket masuk nontonnya membaca Kalimosodo, artinya dua kalimat syahadat.

Dan di dalamnya ada peran tokoh lakon Yudhistitira, bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Itu semua digambarkan sebagai Rukun Islam. Dua kalimat Syahadat – Yudhistira. Shalat – Bima. Puasa – Arjuna. Zakat – Nakula. Haji - Sadewa.

Begitu indah cara dan model walisongo menyebarkan Islam. Pengajarannya disampaikan dengan santun, tidak serta merta langsung menyalahkan, dan tidak langsung menghilangkan tradisi lama yang sudah turun temurun. Pendidikannya disampaikan secara pelan-pelan tapi pasti. Slowly but sure.

Sebagaimana kisah Rasulullah menenangkan orang Baduy yang buang air kecil di masjid, sedangkan ada sahabat yang ingin memarahinya. Tetapi Rasulullah katakan biarkan sampai habis dulu air seninya, jangan dikejutkan sehingga berantakan atau berceceran ke mana-mana.

Bila sudah selesai, nanti tinggal disiram dengan air, baru diberikan nasihat bahwa ini masjid, suci. Tidak boleh sembarangan buang air kecil. Subhanallah. Begitu santun ajaran Islam. Ini budaya Islam, saling mengingatkan.

Contoh lain, ketika Rasulullah berhadapan setiap pagi dengan nenek-nenek buta yang selalu berteriak, jangan dekati Muhammad! Jangan percaya Muhammad! dan menuduhkan tuduhan-tuduhan yang tidak baik kepada Rasulullah. Padahal Rasulullah ada di depannya.

Dengan santunnya Rasulullah menyuapinya setiap pagi dan menyembunyikan identitasnya. Setelah beliau wafat, dan sunnah ini diteruskan oleh Abu Bakar Shiddiq, barulah si nenek tahu dari keterangan Abu Bakar ternyata yang biasa menyuapinya setiap pagi adalah Muhammad, terkejut bukan kepalang.

Lantas seketika itu juga di hadapan Abu Bakar, nenek tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat. Subhanallah. Budaya santun yang baik sekali. Ini Islam. Akhlak Rasulullah yang begitu mulia.

Sebagaimana Allah mengharamkan Khamr dan Judi secara perlahan.

Tersebut dalam Alquran, proses pengharaman Khamr dan judi secara Pelan-pelan, tidak langsung memvonis haram. Disampaikan dulu perbandingan halal dan haram, lalu dijelaskan manfaat dan mudlaratnya, yang ternyata mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya.

Lalu disampaikan tidak boleh shalat dalam keadaan mabuk. Padahal shalat adalah cara mendekatkan diri dengan Allah, baru tahapan akhir dijelaskan bahwa Khamr dan judi hukumny haram.

Sampai empat kali tahapan, Khamr dan judi baru diharamkan secara jelas.  Bertahap-tahap pengharamannya, karena tradisi khamr dan judi pada saat itu sudah menjadi budaya tidak baik pada zaman itu.

Menjadi seorang dai harus mampu menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan budaya. Bukan hanya di dalam negeri. Tetapi di luar negeri pun mengenalkan Islam harus dengan pendekatan budaya. Tentunya budaya yang baik. Budaya Indonesia yang santun. Budaya Islam yang mencerahkan. Budaya saling sapa ketika beretemu.

Budaya saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain. Budaya saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Indahnya Islam, disebarkan melalui kesantunan Budaya.

Saya berdakwah di Italia, khususnya di kota Roma, juga dengan pendekatan budaya. Budaya saling bersalaman ketika bertemu. Budaya berzikir bersama setelah shalat. Budaya membaca shalawat sebelum dan sesudah sholat dan kajian. Semua jamaah senang, terlihat bahagia. Indahnya budaya Islam. Indahnya budaya Indonesia.


Kamis, 21 November 2024

rumah tangga kamu mengalami krisis ekonomi

 Jika rumah tangga kamu mengalami krisis ekonomi, berikut ini beberapa tips untuk mengatasinya : 


1. Tetap terbuka dengan pasangan.


Saat menghadapi krisis ekonomi, kamu dan pasangan harus saling percaya dan terbuka satu sama lain. Hilangkan rasa curiga yang datang. Sebab, jika hati dan pikiran ini dipenuhi dengan rasa curiga maka yang akan timbul ialah prasangka buruk dan keributan yang tidak berujung.


Inilah mengapa penting bersikap saling terbuka, baik di sisi pemasukan maupun pengeluaran. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi. Sebab, jika ketahuan akibatnya bisa fatal. Kamu dan pasangan dapat terlibat pertengkaran hebat, hingga membuat kondisi rumah tanggamu berantakan.


2. Jangan menghakimi kondisi keuangan pasangan.


Saat mengetahui jika sikap pasangan yang boros menjadi salah satu pemicu utama krisis, sebaiknya jangan mempertegas hal ini di depannya. Justru hal itu bisa membuat pasangan semakin terpuruk. Lebih baik, saling mengingatkan satu sama lain dan cari solusi bersama untuk menghilangkan pemborosan yang dilakukan itu.


Saat berdiskusi, usahakan dengan suasana yang santai dan gunakan bahasa santun tanpa ngegas dan jika bisa diselingi canda tawa yang menghibur. Jangan lupa untuk saling meyakinkan bahwa krisis keuangan yang terjadi bukan hanya beban salah satu dari pasangan. Namun hal itu jadi tanggungan yang perlu dipikul dan diselesaikan bersama.


3. Mengatur ulang anggaran rumah tangga.


Saat mengalami krisis ekonomi rumah tangga, cobalah untuk mengatur ulang anggarannya. Buat daftar yang baru dengan memangkas pengeluaran-pengeluaran besar yang tidak perlu. Utamakan penuhi kebutuhan prioritas seperti pendidikan anak, kebutuhan dapur, cicilan utang, tagihan listrik dan air, kuota internet, dan sebagainya.


Kamu dan pasangan perlu berhemat. Kurangi kebiasaan makan di luar, kurangi belanja kebutuhan yang sifatnya tertier dan sekedar ingin saja, apalagi bermewahan.


Mulailah untuk mencoba memasak makanan sendiri di rumah, bawa bekal ke kantor, stop jajan, dan lainnya. Penghematan ini harus dilakukan dengan pasanganmu secara disiplin. Hal itu agar perlahan rumah tanggamu terbebas dari jerat krisis finansial.


4. Lakukan hal-hal yang bikin rumah tangga tetap harmonis.


Saat menghadapi krisis keuangan rumah tangga, pastikan kamu dan pasangan lebih peduli satu sama lain. Usahakan lebih banyak menyisihkan waktu untuk berdiskusi membahas keuangan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Hal itu terkesan sederhana namun bisa memperkuat keharmonisan keluarga.


5. Selalu ada saat pasangan membutuhkanmu.


Kesulitan keuangan merupakan salah satu ujian rumah tangga. Dalam situasi tersebut tentu kamu dan pasangan harus selalu ada untuk saling menemani dan menguatkan.


Lalu, jangan lupa untuk mencari solusi atas masalah yang terjadi. Semua hal perlu dibicarakan berdua agar tidak terjadi kesalahpahaman.


6. Cari peluang sumber penghasilan baru.


Kamu tetap perlu berusaha mencari peluang sumber penghasilan baru. Namun tidak usah tergiur berhutang untuk mendapatkan modal. Pendapatan kecil tapi aman dan halal lebih diutamakan daripada tergoda dengan usaha baru yang syubhat dan resikonya besar.


7. Tetap yakin dengan rezeki Allah dan berdoa.


Sesulit apapun kondisi ekonomi kamu tetaplah yakin bahwa Allah pasti akan memberikan rezeki jika kamu sabar berdoa dan berusaha. 


Demikianlah tips mengatasi krisis keuangan rumah tangga yang bisa dilakukan oleh kamu dan pasangan. Yang terpenting, kamu dan pasangan tetap saling mendukung satu sama lain dan tetap berkomunikasi secara terbuka. Jadikan krisis ekonomi keluarga sebagai ujian untuk meningkatkan rasa cinta satu sama lain. Bukan malah sebaliknya, melunturkan rasa cinta hanya gara-gara ekonomi. Sungguh, merupakan sikap yang kurang dewasa jika sebuah rumah tangga bercerai hanya gara-gara egoisme masing-masing ketika ada krisis ekonomi dalam rumah tangga.

Shl

Memulyakan tetangga

 

Mulyakan tetangga


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Wahai kaum muslimah! Janganlah sekali-kali seorang tetangga merasa rendah untuk memberi sedekah kepada tetangganya, walaupun hanya berupa kikil kambing!”

Pelajaran yang bisa dipetik: 

1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi memotivasi kepada kita untuk memberikan hadiah atau sedekah kepada tetangga walaupun dengan sesuatu yang kecil. Kikil kambing itu tentunya sesuatu yang remeh, tetapi baginda Nabi berpesan jangan sampai meremehkan kebaikan walaupun sangat sedikit,

2. Berbuat baik kepada tetangga termasuk menunaikan pesan dan wasiat Rasul. Walaupun sekadar bersikap ramah ketika bertemu dengan mereka, berwajah yang ceria, tidak menampakkan wajah yang murung, cemberut atau sangar, karena semua itu akan membuatnya bahagia.

3. Setiap yang membuat saudara kita bahagia merupakan perbuatan baik dan mendapat pahala, dan setiap yang membuat orang kafir marah adalah kebaikan, sebagaimana firman Allah Ta’ala (artinya),

“. . . Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan.” (QS. At-Taubah: 120).

4. Larangan pelit dan bakhil pada saudara yang membutuhkan atau kurang mampu, karena termasuk akhlak tercela, lebih lagi kalau itu adalah tetangga.

5. Anjuran menyambung hubungan yang baik dengan kaum muslimin, lebih khusus para tetangga yang paling dekat rumahnya dengan kita.

6. Segala perbuatan baik akan mendapatkan balasannya, maka sikap meremehkan atau menganggap rendah sebuah kebaikan.


Rabu, 20 November 2024

Makna kebaikan

 Kebaikan  itu apa?


Hadits 622.

وَعَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ اْلبِرِّ وَاْلإِثْمِ فَقَالَ: « اْلبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَاْلإِثْمُ: مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلعَ عَلَيْهِ النَّاسُ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Daripada An-Nawas bin Sim'an radhiyallahu anhu, dia berkata: “Aku pernah menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan dan dosa, kemudian baginda menjawab:


“Al-Birr (bakti) adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah segala sesuatu yang meragukan hati dan kamu benci jika hal itu diketahui orang lain.”


[Shahih Muslim no. 2535]


Hadits 623.

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ اْلعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَمْ يَكُنْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا. وَكَانَ يَقُوْلُ: « إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Daripada Abdullah bin Amr bin Al-'Ash radhiyallahu anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berbuat kejahatan. Baginda pun pernah bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.”


[Shahih Al-Bukhari no. 3559, 6035 dan Muslim no. 2321]


Hadits 624.

وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَومَ اْلقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ. وَإِنَّ اللهَ يُبْغِضُ اْلفَاحِشَ اْلبَذِيِّ » رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ. (اْلبَذِ يُّ): هُوَ الَّذِي يَتَكَلَّمُ بِالْفُحْشِ. وَرَدِيْءِ الْكَلَامِ.

Daripada Abu Ad-Darda' radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Dan Allah membenci orang yang keji, baik perkataan mahupun perbuatan.”


[HR. At-Tirmidzi no. 5721 dinilai Shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 876 dan Shahih At-Tirmidzi no. 1628]


Hadits 625.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ؟ قَالَ: « تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُق، وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ: « الْفَمُ وَالْفَرْجُ » . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ.

Daripada Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke surga.”


Baginda shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.”


Dan ketika ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke neraka.


Baginda menjawab: “Mulut dan kemaluan.”


[HR. At-Tirmidzi no. 2004 dinilai Shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 977 dan Shahih Ibnu Majah no. 3424]

Memberikan nafkah untuk keluarga

 Memberikan nafkah untuk keluarga

Memberikan nafkah untuk keluarga adalah kewajiban seorang laki-laki yang menjalani peran sebagai kepala keluarga. Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ﷻ dalam Surah Al-Baqarah ayat 233:


وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ 


Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut.


Untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga, selain mencari nafkah yang halal, juga dibutuhkan perencanaan keuangan yang matang. Untuk itu, kamu bisa memanfaatkan tabungan dari Hijra Bank untuk bantu pengaturan finansial keluargamu agar kebutuhan dasar setiap anggota keluarga dapat terpenuhi. 



إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى امْرَأَتِكَ


Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah ﷻ (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (H.R. Bukhari).


Dalam hadits tentang nafkah untuk keluarga di atas, Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya niat yang lurus karena Allah ﷻ bagi para suami yang menafkahkan hartanya. 


Jadi, jangan cuma menafkahi keluarga sekadar menggugurkan kewajiban, atau hanya semata-mata melakukan tugas. Lakukan dengan niat karena Allah ﷻ agar mencari nafkah mendatangkan pahala yang besar.   


Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa bahkan sesuap makanan yang masuk ke mulut setiap anggota keluarga bernilai sedekah.


مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ


Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. 


Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah (H.R. Ahmad)


Islam mengajarkan bahwa menafkahkan harta untuk keluarga haruslah menjadi prioritas utama sebelum kita membelanjakan harta untuk keperluan selain itu. 


Dalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa membelanjakan harta untuk keperluan keluarga lebih besar pahalanya daripada membelanjakan harta untuk orang miskin di luar keluarga, bahkan untuk memerdekakan budak sekalipun. 


Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:


دِينارٌ أنفقته في سبيل الله ودينارٌ أنفقته في رقبة ودينارٌ تصدقت به على مسكين ودينارٌ أنفقته على أهلك أعظمها أجرا الذي أنفقته على أهلك


“Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya paling besar adalah yang engkau berikan untuk keluargamu.” (HR. Muslim)

Tahukah kamu, dalam sebuah hadits Nabi ﷺ, ada dua malaikat yang setiap pagi akan berdoa kepada Allahﷻ. 


Malaikat yang satu akan mendoakan keberkahan bagi orang yang di hari itu membelanjakan hartanya di jalan Allahﷻ. Malaikat yang lain akan mendoakan kebangkrutan bagi orang-orang yang pelit dan menahan hartanya dari dibelanjakan di jalan Allahﷻ. 


Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, Nabi ﷺ bersabda


مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفً


Tidaklah para hamba berpagi hari di dalamnya melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, “Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak.” Yang lain mengatakan, “Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit. (H.R. Imam Bukhari dan Muslim).


Memenuhi kebutuhan keluarga merupakan satu cara membelanjakan harta di jalan Allah


Selasa, 19 November 2024

Cita-cita besar kader dakwah

 OBSESI KADER DAKWAH

Inilah salah satu pelajaran yg bisa di ambil oleh para Da'i agar senantiasa memiliki ambisi, obsesi dan dorongan berprestasi (thumuh) yang setiap saat akan menyulut semangat api dakwahnya dan menciptakan karya karya terbaik dalam dakwahnya. 



Kemenangan yang di raih Timnas Indonesia selasa (19/11) malam, setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 2-0, masih menyisakan euforia.


Obrolan di sosial media masih hangat membahas prestasi yg di raih Timnas, bahkan tetangga saya pagi tadi sambil ngopi masih memutar high light pertandingan semalam lewat hape-nya.


Keinginan dan obsesi yang kuat agar Timnas Indonesia bisa tampil di pentas Piala Dunia 2026,  bukan hanya dari pemain Timnas, tapi juga seluruh official, supporter dan juga ratusan juta harapan dari penduduk Indonesia, seakan memberi energi dan kekuatan untuk bisa mengalahkan Timnas Arab Saudi yg merupakan Tim Langganan di Piala Dunia. 


Apalagi dengan kemenangan ini kembali membuka asa Timnas untuk bisa lolos sbg runner up atau menjadi peringkat 3 atau 4 untuk lolos ke putaran ke 4.


Inilah salah satu pelajaran yg bisa di ambil oleh para Da'i agar senantiasa memiliki ambisi, obsesi dan dorongan berprestasi (thumuh) yang setiap saat akan menyulut semangat api dakwahnya dan menciptakan karya karya terbaik dalam dakwahnya. 


Tentunya prestasi dan karya seorang Da'i yang menjadi ukuran adalah prestasinya Timnas hadapan Allah swt.


Ia bukan tentang obsesi kehebatan seseorang, tetapi merupakan vitalitas iman yang mampu melahirkan energi tenaga jiwa yang dashyat dalam dakwahnya.


Sehingga dengan nuansa imani tersebut mampu menyapu habis kecenderungan pada kemalasan, istirahat dan kesantaian. 


Karena ia paham istirahatnya seorang Da'i adalah ketika kaki menginjakkan di surga.


Dengan obsesi (thumuh), Seorang Da'i, akan selalu menautkan jiwanya dengan kehendak Langit. Mereka tidak menginginkan kebesaran dan kemegahan di bumi manusia. Setiap prestasi yang mereka capai selalu berubah jadi 'tangga' yang harus segera di lewati. 


Capaian capaian dakwah hari ini bukan untuk di banding bandingkan, tetapi sarana untuk terus melakukan aktivitas kebaikan sampai datang kematian.


Dulu Timnas Indonesia obsesi hanya untuk bisa juara di AFF, tetapi sekarang Timnas kita menatap jauh tinggi untuk bisa tampil di Piala Dunia. 


Dorongan seperti ini juga yang harus diAbdul  miliki seorang Da'i agar mereka menanam investasi untuk akhirat mereka. Teringat ungkapan yang di sampaikan Umar bin Abdul Aziz setelah menjadi khalifah ;


" Aku memiliki jiwa perindu. Setiap kali ia sampai pada satu tingkat, setiap itu pula ia merindukan tingkat yang lebih tinggi. Kini ia telah sampai pada tingkat tertinggi , yang tiada lagi tingkat yang lebih tinggi dari itu. Dan kini ia hanya merindukan Surga saja".


Saya yakin jika Timnas Indonesia bs lolos Piala Dunia 2026 nanti maka obsesinya akan terus naik, mulai dari bs lolos penyisihan grup, bisa masuk semifinal sampai akhirnya obsesi untuk menjadi juara di Piala Dunia. 


Karenanya para Da'i juga harus memiliki obsesi agar Cahaya kehangatan mentari Robbani ini bisa masuk ke dalam setiap pintu pintu rumah di negeri ini, agar cahaya hidayah bisa menangungi seluruh penduduk negeri..tetapi ini sulit terwujud jika para Da'i terlalu lemah (tdk punya obsesi) dan tidak mememiliki daya dorong, terlalu malas, santai dan senang pada yang 'biasa-biasa' saja. 


Karenanya jika kehendak, obsesi, azzam sudah membuncah maka kita serahkan takdir kepada Allah.


"Jika engkau telah ber'azzam (membulatkan tekad), maka bertawakallah kepada Allah," ( QS Ali Imron : 159 ) 

Im99